Penjelasan Sejarah / pengertian Hindu-Budha • Revisi_ID
Sejarah / pengertian Hindu-Budha • Revisi_ID
Agama Hindu lahir diperkirakan 1.500 SM di tanah india. Agama ini merupakan agama tertua yang memiliki konsep ketuhanan yang kompleks. Namun, agama Hindu sering dianggap sebagai agama yang polytheisme yang menyembah banyak dewa. Tiga dewa utama atau trimurti yang mereka percayai, yaitu Dewa Siwa (Dewa Penghancur), Dewa Brahma (Dewa Pencipta) dan Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara). Agama Hindu yang dibawa Bangsa Arya membagi masyarakat dalam kelas-kelas sosial. Kasta tertinggi, yaitu brahmana atau golongan pendeta. Kasta berikutnya, yaitu ksatria atau golongan raja, bangsawan, prajurit. Kasta berikutnya, waisya atau golongan pedagang. Lalu, kasta sudra, yaitu petani.
“Agama Hindu memiliki ciri khas sebagai agama yang paling toleran karena tiadanya skisma meskipun ada kemajemukan tradisi yang bernaung di bawah simbol-simbol agama Hindu. Kata skismatik dapat pula merujuk kepada gagasan, kebijakan, dll. yang dianggap dapat menyebabkan perpecahan. Dalam pengertian yang lebih umum, khususnya di luar agama, kata skisma dapat merujuk kepada perpecahan antara dua orang atau lebih, baik saudara, teman, kekasih, dll. atau perpecahan dari suatu negara, gerakan dalam politik, atau bidang apapun juga, menjadi dua atau lebih kelompok yang saling berbeda pendapat. Pada awal perkembangannya, saat tiadanya perselisihan antaragama, umat Hindu menganggap setiap orang yang mereka temui sebagai umat Hindu pula.”[1]
Gandhi menyatakan bahwa Hinduisme bebas dari dogma-dogma yang memaksa, serta dapat menampung berbagai bentuk ekspresi diri dalam ruang lingkup yang besar.Dalam tubuh agama Hindu, perbedaan pada setiap tradisi—bahkan pada agama lain—tidak untuk diperkarakan, karena ada keyakinan bahwa setiap orang memuja Tuhan yang sama dengan nama yang berbeda, entah disadari atau tidak oleh umat bersangkutan.Dalam kitab Regweda terdapat suatu bait yang sering dikutip oleh umat Hindu untuk menegaskan hal tersebut, sebagai berikut: "Hanya ada satu kebenaran, tetapi para cendekiawan menyebut-Nya dengan banyak nama." (I:CLXIV:46)”[2]
Agama Budha yang diperkirakan lahir 500 SM juga lahir di tanah India. Karena lahir di tanah India, agama Budha dan Hindu memiliki kesamaan yaitu mengenal konsep reinkarnasiatau kelahiran kembali manusia. Baik agama Hindu dan Budha memandang kematian manusia adalah fenomena alam yang biasa dan bukan sebuah momok yang ditakuti. Mereka beranggapan jiwa manusia tidak dapat dihancurkan. Kelahiran agama Budha dipelopori Pangeran Sidharta. Agama Budha lahir sebagai kritik terhadap agama Hindu yang mengenal kasta sehingga terjadi ketidakadilan.


Tidak ada komentar untuk "Penjelasan Sejarah / pengertian Hindu-Budha • Revisi_ID"
Posting Komentar
Mohon Jaga Bahasa Saat berkomentar yah !!